Sunday, February 21, 2010

BARISAN DI AKHIRAT



Suatu ketika, Muaz bin Jabal r.a. menghadap Rasulullah S.A.W. dan bertanya kepada baginda:

“Wahai Rasulullah S.A.W., tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah S.W.T”

Erti firmanNya;

“Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris”
(Surah al-Naba’)

Mendengar pertanyaan ini, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab;

“Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepadaku perkara yanag amat besar bahawa umatku masing-masing dengan pembawaan diri mereka sendiri.”

Maka Rasulullah menyatakan setiap barisan yang sebanyak 12 barisan.

BARISAN PERTAMA

Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih;

“Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya. Maka demikian balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KEDUA

Diiringi dari kubur dalam berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih;

“Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KETIGA

Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

“Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KEEMPAT

Diiringi dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.

“Mereka adalah orang yag berdusta di dalam jual beli. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KELIMA

Diiringi dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu,Allah S.W.T. menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar.

“Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka kerana takut diketahui manusia,tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah S.W.T. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KEENAM

Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.

“Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KETUJUH

Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dari mulut mereka mengalir nanah dan darah.

“Mereka itu adalah orang yang enggan member kesaksian di atas kebenaran. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KELAPAN

Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

“Mereka adalah orang yang berbuat zina. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

BARISAN KESEMBILAN

Diiringi dari kubur dengan wajah hitam gelap dan bermata biru sementara di dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.

"Mereka adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara yang tidak sepatutnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."

BARISAN KESEPULUH

Diiringi dari kubur dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta.

"Mereka adalah orang yang derhaka kepada ibu bapa. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."

BARISAN KESEBELAS

Diiringi dari kubur dalam keadaan buta mata kepala,gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terlanjur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran.

"Mereka adalah orang yang meminum arak. Maka inilah balsannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."



BARISAN KEDUA BELAS

Mereka diiringi dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka datang suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan;

"Mereka adalah orang yang banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, memelihara solat, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih.”

Petiklah Bunga Itu Wahai Kumbang Sakti!

(Surat Terbuka Seorang Ikhwan untuk Seluruh
Akhwat di Dunia)

Ukhtifillah,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa
peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak
perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu
dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,
tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu,
karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Ukhtifillah,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh,
karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap
dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa,
sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Ukhtifillah,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan
mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat
selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani
kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku
bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Ukhtifillah,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk
melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku
seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah
burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor
dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau
termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Ukhtifillah,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang
dengan sepenuh hati membawamu kehadapan
Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam
kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam
rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah
hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir
dalam kitab suci.

Ukhtifillah,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu,
mungkin sekarang atau nanti,
bahkan mungkin tiada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu,
yang kau bangun dengan segala kekhusyu'an
tangis do'amu.

Ukhtifillah,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu
pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang
terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu
yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak
pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.
---

jika Allah sudah meredhainya,
petiklah bunga itu wahai kumbang sakti
moga sayap kiri itu akan membantu dirimu di atas jalan ini

p/s artikel ni di ambil dari iluvislam.com.Jangan disalahtafsirkan artikel ini, ambillah ia dari sudut positif untuk iktibar kepada kita bersama. Wahai semua muslimah di seluruh dunia,bangkitlah menjaga kesucianmu dari dinodai keindahan dunia yang menipu daya. Besarlah harapan kaum adam melihatmu terpelihara.wallahualam

Thursday, February 18, 2010

Arah Tuju Sebuah Cinta: Forum Bersama Kang Abik

Arah Tuju Sebuah Cinta: Forum Bersama Kang Abik

Moderator Dr. Raja Ahmad Iskandar bersama panelis Ustadz Habiburrahman el-Shirazi dan Ustaz Hasrizal Abdul Jamil

“Pernikahan itu harus ada visi dan misi yang dikongsi bersama,” Kang Abik memulakan bicaranya.

Program menerima sambutan yang menggalakkan daripada warga Universiti Teknologi Petronas (UTP) dan institusi sekitar negeri Perak.

“Al-Quran itu sendiri sudah memaparkan empat jenis perkahwinan yang bersangkutan soal visi dan misi,” aktivis juga novelis luar biasa dari tetangga Indonesia itu melanjutkan penerangannya.

Saya sendiri pantas menyambar pena untuk mencatat. Tidak mahu terlepas walaupun sedikit mutiara kata Ustadz Habiburrahman el-Shirazi, tatkala digandingkan bersama saya selaku panelis Forum Baitul Muslim yang diselenggarakan oleh moderator yang juga merupakan sahabat saya, Dr. Raja Ahmad Iskandar, pensyarah di UTP.

NUH DAN LUT

Mereka berdua adalah insan yang soleh. Rasul utusan Allah, ‘alayhim al-solaat wa al-salaam.

Tetapi Allah menguji mereka dengan beristerikan wanita yang durhaka kepada Tuhan. Begitu juga dengan sang anak. Si suami menyeru manusia kepada Iman manakala isteri pula bermati-matian mempertahankan kekufuran. Rumahtangga dan cinta antara mereka musnah oleh visi dan misi yang bertentangan. Satu memanggil ke Syurga dan satu lagi menyeru ke Neraka.

ISTERI FIRAUN

Sama ceritanya dengan isteri Firaun.

Seorang wanita yang beriman, bersuamikan manusia paling kufur kepada Allah. Gila kuasanya, bukan setakat mahu menduduki takhta kepimpinan malah mendakwa diri Tuhan. Cinta dan rumahtangga mereka berakhir dengan perpisahan pada sempadan iman dan kufur. Seorang tabah mempertahankan iman, tatkala seorang lagi sanggup mati pada menjulang kekufuran hingga tenggelam dalam keingkaran.

Kedua-dua rumahtangga ini saling berantakan apabila cita-cita antara suami dan isteri berbeza. Berlainan pada visi dan misi mereka.

ABU LAHAB DAN UMMU JAMIL

Pasangan ini sehati sejiwa. Mereka berdansa seirama pada meraikan kekufuran mereka.

Suami sangat membenci kebenaran dan menolak kenabian. Isteri pula memberikan sokongan yang tidak berbelah bagi pada menyokong apa yang diperjuangkan. Mereka sekepala, satu selera, satu cita-cita. Hidupnya hanya terhimpun pada satu erti. Mereka bercinta dalam perjuangan mendaulatkan Jahiliyyah dan kekufuran terhadap Tuhan.

Mereka ‘bahagia’.

Bahagia pada seiring dan sejalannya mereka menuju Neraka.

Nantikan nasib mereka di Sana!

RASULULLAH S.A.W DAN ISTERI

Itulah contoh teladan utama kita. Uswah Hasanah.

Tiada cacatan pada rumahtangga yang berjaya dan cemerlang itu bermula dengan berpacaran atau cuba-cuba melanggar aturan Tuhan atas nama mencari keserasian. Apa yang ada adalah Taaruf. Apa yang dicatat adalah merealisasikan cinta pada mencintai kebenaran. Dalam kemiskinan, ketika ada harinya dapur rumahtangga itu ketiadaan makanan, Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam dan isteri baginda mengecap kebahagiaan.

Benar sekali… rumahtangga yang tidak ditentukan arah tujunya, adalah rumahtangga yang tidak tentu arah.

Satu jalan menuju ke Syurga.

Satu jalan menuju ke Neraka.

Bahagia, biar sampai ke Syurga.

Indah Tercipta


Indah Tercipta
www.iluvislam.com
Di forward oleh Ikhwan Al-Muslimin
Editor: Afdhal87

Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menampung dunia. Namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada. Setiap Wanita itu Cantik.

Wanita Cantik yang solehah adalah :

1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki solehah.

3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.

4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

11. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan "bismillah", Allah akan berkatkan rezekinya.

13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.

15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

16. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 tahun), maka maalaikat-maalaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis,
Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.

23. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.



Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Amatlah mudah bagi seorang wanita untuk menjejak Syurga.
Namun begitu mengapa terlalu ramai yang masih hidup dalam kejahilan?

Sang suami pula perlu ingat, tidak kamu jejaki syurga sebelum keluarga kamu menjejak syurga. Jangan ingat hendak kahwin empat jika yang satu belum terbela.Yang belum kahwin tu ingat, kamu terdedah kepada kemungkaran. Iman akan dicabar sehebat-hebatnya ketika ini. Pilihlah Syurga dan bukannya Neraka.

Siapa tahu, hari ini kita tak sampai ke rumah sebab di pertengahan jalan kita bertemu Izrail.
Siapa tahu, hari ini hari terakhir kita berjumpa pasangan kita sebab di pertengahan jalan, dia berjumpa Izrail.

Bagaimana rasanya ketika berjumpa Izrail?

Yang beriman, macam 700 pedang yang tajam mencucuk kamu dalam semua arah.
Yang tak beriman, bayangkan pisau potong daging kat pasar tu yang tumpul. Pisau tu menetak kepala kita macam mana orang memecahkan tempurung kelapa.

Nastagfirullah Zunubana Ya Allah !

MUSLIMAH YANG DIKASIHI......


MUSLIMAH YANG DIKASIHI......
Peliharalah auratmu walau dimana kau berada. Jangan biarkan keindahan dirimu menjadi tatapan lelaki yang bukan mahrammu.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI......
Pelihara solatmu, tundukkan pandangan matamu dihadapan lelaki yang bukan milikmu. Kelak engkaulah yang bertuah ketika menjadi tetamu Allah. Moga-moga dirimu disambut penuh kasih oleh Bidadari Syurga Ainul Mardhiah.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI......
Berakhlaklah dari panduan Rasulmu, contohi dan ikutinya. Pasti engkau yang bahagia. Sejuk mata memandang bercahaya dunia dengan hiasan muslimah solehah sepertimu.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI......
Jadikanlah dirimu seperti permata yang berharga dicelah kaca. Ikuti perintah agama, jauhi larangannya.Al-Quran panduan hidupmu, Hadith jadi sumber rujukanmu.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI......
Jangan biarkan dirimu hanyut dengan arus kemodenan tanpa bekalan ilmu didada. Renungilah masa depanmu, tetapkan iman didada. Moga ia menjadi perisai buat dirimu.Jangan kail panjang sejengkal lautan dalam hendak diduga.

MUSLIMAH YANG DIKASIHI......
Nilai cintamu hanya pada Allah yang satu, kasihi Tuhanmu redhalah Islam menjadi agamamu, pasti tiada kecewa buatmu. Kelak satu hari nanti ada insan yang menantimu.

Berkat kasihmu pada Allah yang satu pasti itulah insan yang menjadi cintamu didunia wasilah dari Allah. Moga bertambah redha Allah padamu, melimpah kasihNya padamu kerana engkau meletak kasihmu padaNya dahulu sebelum cinta pada kekasih yang menjadi pilihan hatimu........

Ujian,liku-liku dan musuh dalam perjuangan

"Saudara/saudari pembaca yang budiman.

Liku-liku dalam perjuangan amat pelbagai,datang dari segenap sudut,kekadang kita sangka kawan itulah lawan,yang kita lihat amanah,itulah pengkhianat.

Dalam surah An-Nass Allah menyebut musuh-musuh yang sentiasa bekerja menghasut,mewas-waskan dan menjadi ujian buat kita terdiri dari jin dan manusia,disebabkan itu Allah memerintahkan kita supaya memohon perlindungan dariNya daripada kejahatan-kejahatan musuh tersebut.

Di dalam surah yang lain juga banyak menyebut tentang musuh-musuh orang Islam,antaranya ialah Syaitan,iblis dan sebangsanya dan juga Yahudi,Kristian dan juga munafiqin.

Apabila kita mengetahui musuh-musuh tersebut,sudah tentu kita pasti akan menyediakan diri untuk berlawan dengan mereka,persoalannya jika musuh kita itu tergolong dikalangan yahudi,nasrani itu jelas dan nyata,bagaimana dengan musuh yang terdiri dari Syaitan Iblis dan Munafiqin???

Saya tidak berhasrat untuk mengulas berkait dengan kerja-kerja syaitan dan iblis,cuma saya ingin menyentuh berkait dengan golongan munafiqin.

Saya bermohon agar saya tidak tergolong dari golongan tersebut.mari kita perhatikan perintah Allah s.w.t dalam surah at-taubah yang bermaksud : Wahai Nabi, berjihadlah menentang orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bertindak keras terhadap mereka dan (sebenarnya) tempat mereka ialah Neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (73) Mereka bersumpah dengan nama Allah, bahawa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang buruk terhadapmu), padahal sesungguhnya mereka telah mengatakan perkataan kufur dan mereka pula menjadi kafir sesudah melahirkan Islam, serta mereka berazam untuk melakukan apa yang mereka tidak akan dapat mencapainya (iaitu membunuhmu) dan tidaklah mereka mencaci dan mencela (Islam) melainkan setelah Allah dan RasulNya memberi kesenangan kepada mereka dari limpah kurniaNya. Oleh itu, jika mereka bertaubat, mereka akan beroleh kebaikan dan jika mereka berpaling (ingkar), Allah akan menyeksa mereka dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat dan mereka tidak akan mendapat sesiapa pun di bumi ini, yang akan menjadi pelindung dan juga yang menjadi penolong. (74)

Maksud surah di atas ada menyebut ciri-ciri munafiq,iaitu berbohong.

Di dalam hadis pula ada menyebut berkait tiga sifat munafiqin iaitu : 1) apabila dia bercakap cakapnya adalah bohong 2) apabila berjanji dia memungkiri 3) dan apabila diberi amanah dikhianatinya.

Mereka juga sanggup bersumpah semata-mata untuk membenarkan dakwaan mereka,lihat firman Allah dari surah at-taubah yang bermaksud : Mereka bersumpah kepada kamu dengan nama Allah untuk mendapat keredaan kamu, padahal Allah dan RasulNya jualah yang lebih berhak mereka mendapat keredaanNya, jika betul mereka orang-orang yang beriman. (62)

Saturday, February 13, 2010

Wasiat Saidina Umar Al-Khattab R.A


INI ADALAH PETIKAN DARI WASIAT SAIDINA UMAR AL-KHATTAB KEPADA KETUA TENTERANYA IAITU SAAD BIN ABI WAQAS KETIKA BELIAU MENGUTUSKANYA UNTUK PEMBUKAAN PARSI.

Sesungguhnya aku memerintahkan kepada kamu wahai Saad … ! Dan juga mereka yang bersama-sama kamu supaya bertaqwa kepada Allah SWT dalam apa jua keadaan kerana sesungguhnya bertaqwa kepada Allah SWT adalah sebaik-baik persiapan untuk mengalahkan pihak musuh dan juga sekuat-kuat tipu daya dalam peperangan.

Aku memerintahkan kepada kamu dan mereka yang bersama-sama kamu supaya menjauhikan diri daripada maksiat kerana sesungguhnya dosa-dosa yang dilakukan oleh tentera Islam adalah lebih aku takuti daripada musuh-musuh Islam. Sesungguhnya orang-orang Islam telah mendapat pertolongan daripada Allah SWT disebabkan oleh kemaksiatan yang telah dilakukan oleh pihak musuh, jika bukan kerana hal itu, nescaya tidak ada bagi orang-orang Islam akan kekuatan.

Jumlah bilangan tentera kita jika mahu dibandingkan dengan pihak musuh adalah terlalu kecil. Begitu jugalah dengan persiapan serta kelengkapan pertahanan kita jika hendak dibandingkan dengan pihak musuh, tidaklah kita sekuat mereka. Maka jika amalan serta tingkah laku kita sama dengan pihak musuh dalam melakukan maksiat, nescaya kelebihan kekuatan dan kemenangan akan menyebelahi pihak musuh.

Jika kita tidak mendapat pertolongan daripada Allah SWT ke atas musuh-musuh ini, sudah pasti kita tidak akan dapat menandingi kehebatan mereka. Ketahuilah !!! Bersama -sama kalian ada malaikat yang menjaga keselamatan dan para malaikat ini telah mewakili pihak kerajaan Allah SWT untuk menjaga kamu supaya kamu berasa selamat. Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan maka hendaklah kamu berasa malu terhadap apa yang ingin kamu lakukan dan janganlah kamu berkata "Sesungguhnya pihak musuh lebih hina dari kita, mereka tidak akan dapat menguasai ke atas kita sekalipun kita turut sama melakukan kejahatan". Ucapan yang sedemikian boleh jadi akan terbalik kepada kita, maka akan datang satu kaum yang lebih zalim daripada pihak musuh seperti yang telah berlaku kepada kaum Bani Israel yang mana akhirnya mereka telah dikuasai oleh orang-orang kafir Majusi (penyembah api).

Sentiasalah kamu memohon pertolongan kepada Allah SWT untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam diri kamu itu, sebagaimana kamu memohon pertolongan Allah SWT untuk mengalahkan musuh-musuh kamu. Berdoalah untuk diri kamu dan tidak lupa juga buat diri kami...." (^_-)

PESANAN SEORANG UMARA', UMAR AL KHATTAB KEPADA PEJUANG ISLAM, MUSLIMIN DAN MUSLIMAT... SEMOGA KITA MENDAPAT PENGAJARAN DAN BERMUHASABAH DIRI SENDIRI.. SEMOGA DALAM PERJUANGAN MENENTANG MAKSIAT, KEFASIKAN DAN KEJAHILAN, YANG PENUH TIPU DAYA, MEHNAH DAN TRIBULASI INI, KITA TIDAK DIKALAHKAN OLEH MUSUH, TETAPI DOSA DAN KEJAHATAN YANG DATANG DARI DALAM DIRI KITA SENDIRI.

NAUZUBILLAHIMINZALIK...

Thursday, February 11, 2010

Epal Busuk Hadiah Pengantin Baru

Sukar sekali mahu menjentik minda.

Lain yang diungkap, lain benar kefahamannya.

Mengupas sisi-sisi terlindung pada minda anak muda yang merancang untuk berumahtangga, sering menimbulkan reaksi yang lelah. Malah tidak kurang yang mencetuskan isu baru, seperti terhasilnya artikel yang anda sedang baca ini.

Ketika saya mengupas sisi-sisi negatif berkaitan dengan poligami, ada yang cepat membuat kesimpulan bahawa saya menafikan hukum poligami. Anti poligami!

Ketika saya mengupas sisi-sisi negatif berkaitan dengan perkahwinan semasa belajar, ada yang pantas membuat kesimpulan bahawa saya menentang perkahwinan semasa belajar atau kahwin muda. Bahkan tergamak menyimpulkan bahawa saya lebih risaukan pasangan suami isteri bergaduh, berbanding couple yang berzina. Mereka yang memilih untuk berzina, dan menyandarkan zina itu kepada saya!

Keadaan ini menambahkan keyakinan saya bahawa cara kita beragama hari ini penuh dengan konflik bukanlah semasa-mata kerana kekurangan ilmu agama, atau kerana kuatnya pengaruh jahiliah semata, tetapi ia juga banyak disebabkan oleh cara berfikir yang tidak betul. Alat untuk memahami nas dan ajaran agama itu sendiri rosak, justeru melahirkan banyak salah faham biar pun sudah disuluh di bawah terik mentari.

Mengapa tidak difahamkan sahaja, tatkala saya bincangkan tentang kepincangan amalan poligami semasa, kesimpulannya ialah, jika mahu berpoligami ambillah perhatian yang lebih agar kepincangan itu tidak berlaku? Bukankah itu sangat mudah untuk difahami? Mengapa harus memutar kesimpulan kepada kritikan terhadap cara mengamalkan poligami itu, adalah kritikan terhadap poligami itu sendiri? Jika tidak enak bicara tentang sisi negatif yang memerlukan pengurusan, lupakah kepada manfaat yang kita perolehi daripada cara Huzaifah radhiyallaahu ‘anhu mengambil hikmah daripada Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam:

“Orang ramai selalu bertanya kepada Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam tentang kebaikan. Sedangkan aku pula selalu bertanya kepada baginda tentang kejahatan, kerana khuatir bertemu dan terjebak dengannya” [Hadith riwayat Muslim]

Ya, itulah penjelasan Huzaifah mengapa sisi-sisi gelap kehidupan umat perlu diketahui. Bukan untuk membunuh harapan, tetapi supaya langkah menjadi lebih kemas ketika mengatur perjalanan menempuh kehidupan.

Anak muda,

Tulisan-tulisan saya tidak sama sekali bermaksud mahu menakut-nakutkan kalian. Kecualilah kalian memang penakut, hingga cicak disangka buaya, cacing disangka ular.

Anda memerhatikan kejayaan rakan-rakan yang berkahwin muda, dan memang ramai yang perkahwinan itu adalah baik buat mereka. Anda bertuah kerana dapat melihatnya. Tetapi saya didatangi oleh mereka yang bermasalah. Mereka yang terkapai-kapai mencari jalan keluar daripada cubaan-cubaan hidup pasca perkahwinan yang melampaui persediaan diri mereka. Masalah mereka itulah yang saya k0ngsikan bersama anda, agar persiapan anda lebih baik daripada mereka yang telah mendahului anda.

Ketika saya menulis artikel KAHWIN SEMASA BELAJAR, ia bukan artikel yang berfungsi membuat keputusan bagi pihak anda. Amat jarang saya membuat keputusan bagi anda atau sesiapa. Sentiasa sahaja, tulisan saya menuntut anda menjadi manusia berfikir. Setelah berhasil untuk berfikir, buatlah keputusan dengan fikiran yang matang.

Saya cuba mengajak anda supaya memikirkan terlebih dahulu beberapa isu yang ditimbulkan. Supaya nanti, sama ada anda membuat keputusan untuk berkahwin semasa belajar atau tidak, yang penting anda sudah mempertimbangkan isu-isu yang saya ketengahkan. Apa yang penting kepada anda mungkin berkahwin atau menangguhkan kahwin, tetapi yang penting bagi saya di dalam artikel itu ialah, anda sudah mempertimbangkan isu yang diketengahkan, dengan sebaiknya. Soal keputusan akhir, andalah yang menentukannya.

Apa yang terbaik ialah berkahwin selepas berfikir, juga menangguhkan perkahwinan selepas berfikir. Apa yang buruk pula ialah berkahwin sebelum habis berfikir, atau selepas berkahwin anda mula berfikir yang bukan-bukan.

Demikian juga, tatkala saya menulis artikel JANGAN SEKADAR SYURGA DUNIA, sekali lagi saya menekankan perkara yang sama. Saya tidak sama sekali bermaksud, jangan kahwin awal kerana nanti mungkin dilanda jemu. Tidak sama sekali. Sama ada berkahwin awal atau berkahwin lewat, jemu itu boleh timbul dan selalu timbul.

Tetapi orang yang sudah berfikir panjang dan mendalam sebelum berkahwin, tidak akan bertindak bodoh semasa menguruskan kejemuan yang dialaminya. Apa yang beliau fikirkan semasa membuat keputusan untuk bernikah dahulu, menjadikannya bersedia dan menempuh tempoh jemu itu dengan sabar, teliti dan bukan keanak-anakan.

Saya ditempelak, kerana dianggap lebih rela membiarkan pasangan terdesak di kalangan mahasiswa berzina, berbanding dengan membantu mereka menyegerakan perkahwinan. Sungguh hodoh persepsi itu.

Saya ingin bertanya, siapakah yang berani menjamin, orang sudah berkahwin tidak akan berzina? Justeru anda begitu idealistik malah simplistik pada menganggap perkahwinan terus sahaja boleh menyelesaikan gelora jiwa si anak muda.

TERUK SANGATKAH?

Sepanjang 2009, ada dua suami dan 4 isteri menghubungi saya. Kesemua mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi yang masih di bangku pengajian dan sudah berumahtangga. Mengadu masalah jemu dengan pasangan, mencetuskan rasa bimbang yang mendalam pada diri saya.

Lebih menyedihkan, ada pasangan yang suaminya masih berjiwa PSP, tiada keghairahan terhadap anak yang lahir. Ada isteri yang memberikan anak kecil minum susu sejuk kerana tidak tahu susu badan yang dibekukan di peti ais perlu dihangatkan terlebih dahulu sebelum diberi kepada anak. Semuanya gara-gara kurang persediaan dan kurang bersungguh mencari pengetahuan yang diperlukan.

Harganya apa?

Talaq yang menggegarkan arasy?

Atau nyawa anak kecil yang malang itu?

Jadi, penyelesaiannya bukan jangan kahwin, atau nak kahwin juga. Sebaliknya, berfikirlah dengan cermat sebelum apa-apa keputusan dibuat. Kemudian buat persiapan dengan bersungguh-sungguh. Bermula dengan mematangkan fikir daripada rentak seorang anak muda atau pelajar, kepada suami dan isteri, ibu dan bapa, yang sinonim dengan tanggungjawab dan peranan.

SEBUAH KISAH

Suatu hari, Jalaluddin al-Rumi menceritakan bagaimana seorang lelaki tua yang sedang menaiki kuda, ternampak seorang anak muda sedang tidur lena di bawah sebuah pohon pada tengah hari yang panas terik. Begitu lena, hingga mulutnya terngaga.

Sungguh mengejutkan, tatkala lelaki itu melihat seekor ular berbisa sedang merayap dan seterusnya masuk ke mulut si anak muda dan terus ke perutnya. Dengan pantas, lelaki itu mengambil sebatang kayu dan terus membelasah lelaki itu hingga beliau terjaga kesakitan, terkejut, trauma dan kebingungan.

“Makan epal busuk itu kalau mahu selamat!” kata si lelaki tua.

“Jangan pukul saya!” anak muda itu cuba melarikan diri.

Si tua mengejarnya dan terus memukul.

“Makan epal busuk itu kalau mahu selamat!” tegas lelaki tua itu lagi.

Si anak muda yang kesakitan menjamah epal busuk yang bertaburan di atas tanah, menahan bau busuk epal itu, yang sesetengahnya berulat.

“Jangan berhenti. Makan lagi!” tegas si tua misteri itu.

Akhirnya si anak muda yang sudah tidak tahan dengan rasa epal busuk dan baunya yang mengembangkan tekak, beliau termuntah-muntah. Alangkah terkejutnya beliau, keluar bersama muntah epal busuk itu seekor ular berbisa yang nyaris-nyaris meragut nyawa si anak muda yang alpa.

“Maafkan saya!” si anak muda memeluk lelaki tua itu.

Sangkanya si tua itu lelaki gila. Memukulnya dan memaksa beliau memakan epal. Bukan epal ranum tetapi epal busuk. Rupa-rupanya ada ular berbisa di perut si anak muda, yang beliau tidak tahu, hanya kerana sifatnya yang alpa dan bermimpi di tengah hari.

Epal busuk itulah yang banyak dalam tulisan orang tua bernama Abu Saif ini!

Supaya tidak meleret panjang, izinkan saya membuat kesimpulan berikut:

CARA YANG SANGAT BERKESAN UNTUK MEMUSNAHKAN KEHIDUPAN MANUSIA IALAH:

1. Memusnahkan perkahwinan kerana singkat akal dan lemah pertimbangan.
2. Menolak perkahwinan kerana takut akan memusnahkan perkahwinan kerana singkat akal dan lemah pertimbangan.

Dan kedua-dua itu adalah cara berfikir seperti robot… yang cuba menafsirkan si tua yang masih ‘analog’ ini!

ABU SAIF @ www.saifulislam.com
68000 AMPANG

Dalami ilmu, beri peringatan, dan mari bersama perjuangan Islam



"Allah berfirman , maksudnya: ‘Hendaklah ada satu kelompok dari satu kumpulan manusia yang mendalami ilmu agama, dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila kembali, mudah-mudahan mereka beringat.’

Ilmu mengenal Allah, yang mendekatkan diri kepadaNya, tahu hukum-hakam, halal haram, suruhan dan tegahan, patuh Nabi adalah ilmu tafaqquh fiddin paling tinggi. Ilmu bukan bermakna hanya memiliki PhD Syariah, Dakwah atau Hadis. Ilmu mesti dimanfaatkan untuk diri sendiri, kemudian diberikan peringatan kepada orang lain.


Allah berfirman maksudnya: ‘Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang hampir.’ Di antara papantanda paling banyak di jalanraya ialah perkataan AWAS. Konsep perkataan AWAS itulah yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dalam misi dakwah Baginda, dan itulah jalan yang mesti dituruti.

Ilmu juga untuk diamal. Ada yang dapat diamal dengan mudah seperti solat. Ada yang tidak dapat diamalkan melainkan mesti ada sebuah negara atau sistem yang menaunginya. Benarlah perkataan Saidina Osman bin Affan, mafhumnya: ‘Sesungguhnya Allah menjaga agama melalui kekuasaan, apa yang tidak dijaga oleh al-Quran‘.

Judi haram, rasuah haram, zina haram. Keadilan mesti ditegakkan. Al-Quran dan hadis menyebutkan demikian. Tetapi Tok Guru, ulama atau pensyarah IPT hanya dapat menyebut dan memberitahu, tidak dapat melaksanakan tuntutannya. Kuasa diperlukan untuk memartabatkan hukum al-Quran dan Hadis itu. Tok Guru, ulama dan Dr bersandar kepada tiang masjid dan kerusi, tetapi Nabi mengajarkan ia mesti bersandar kepada kuasa yang dapat melaksanakannya. Justru, hijrah berlaku.

Malang bagi mereka yang mendalami agama, belajar puluhan dan ratusan kitab ulama muktabar tetapi akhirnya gagal memahami tuntutan menegakkan Islam dalam bentuk dan sistem bernegaranya. Alhamdulillah, di Malaysia, PAS adalah gerakan Islam yang konsisten dengan matlamat dan tujuan ini. Ia perlu dibantu, terutama oleh mereka yang punya ilmu agama. Jika dirasakan ada kekurangan dan kesilapan, ia perlu ditegur melalui adab dan saluran yang betul. Meruntuh lebih mudah dari membina.

Saya mengajak graduan lulusan Akademi Pengajian Islam, Fakulti Pengajian Islam- dalam dan luarnegeri, mereka yang berada di pondok pengajian tradisional, pensyarah IPT dan lain-lain untuk bersama memartabatkan Islam dalam bentuk bernegara dengan bersama kami dalam perjuangan Islam. Berikan sumbangan semampu mungkin.

‘Jika kamu menolong agama Allah, Allah akan menolong kamu, dan menetapkan pendirian kaki kamu.’ Daripada Abu Hurairah ra katanya, Nabi SAW bersabda: ‘Tidak akan masuk Neraka seorang yang menangis kerana takutkan Allah sehingga susu kembali ke tempatnya dan tidak berhimpun debu hasi dari perjuangan di jalan Allah dengan asap neraka Jahannam.’

Wednesday, February 10, 2010

GAMBAR LAGI


wah lagi gambar kenangan dulu kala.Ni je la keja sekarang ni,bagi mengubati kerinduan pada bumi UPSI so copy la gambar dari mana-mana facebook atau blog sahabat-sahabat.Gambar ni diambil sewaktu menziarahi saudara Muadz yang baru lepas accident.Masa ni beliau di gelar kaki besi.Wah rIndunya kat mereka ni........Turut bersama dalam gambar ni Arwah Fadhiri dan Faizol,Al Fatiha buat mereka.Alhamdulillah saya masih diberi nikmat mengingati mereka,saya tidak risau jika sentiasa mengingati diaorang tapi saya risau jika suatu hari nanti saya lupa akan mereka ini.